GAPKI-KALBAR
Pontianak | Minggu, 26 Maret 2017 ( 23:54:58 WIB) LOGIN

GAPKI CABANG KALBAR GELAR FGD BAHAS ANTISIPASI KEBAKARAN HUTAN

2016-10-24

 

PONTIANAK - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalbar, adakan Focus Group Discussion (FGD), bersama Universitas Tanjungpura.

 

FGD yang digelar di lantai 3 gedung rektorat Untan,  Jl Prof Dr. Hadari Nawawi Pontianak, Kota Pontianak.

 

Acara tersebut mengangkat tema, memperkuat sinergi dalam mengantisipasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat 2016.

 

Dalam acara tersebut juga dilakukan, penanda tangan naskah kerjasama (MOU) antara Untan dengan GAPKI dan rapat kerja cabang GAPKI Kalbar tahun 2016.

 

Acara dihadiri oleh Rektor Untan, Prof Thamrin Usman, asisten 2 Kalbar, Lensus Kandri, perwakilan GAPKI pusat dan ketua GAPKI Kalbar, perwakilan TNI dan Polri Kalbar serta pejabat dari instansi terkait.

 

Ketua GAPKI Kalbar menyebutkan Kalbar merupakan satu diantara daerah perkebunan terbesar di Indonesia.

 

Kalbar juga menjadi sentral produksi sawit nasional.

 

perwakilan GAPKI pusat, Kanya Lakshmi Sidarta, mengharapkan  pemerintah menetapkan industri kelapa sawit sebagai industri strategis unggulan daerah.

 

Rektor Untan, Prof Thamrin Usman, melihat industri kelapa sawit memang merupakan industri strategis dari food and energy security.

 

"Kelapa sawit merupakan penghasil minyak nabati terbesar didunia, dan Indonesia mempunyai potensi  tersebut," ucap Rektor Untan.

 

Rektor Untan mengajak melihat industri kelapa sawit, dengan hati-hati jangan hanya menyebutkan kalau perkebunan sawit sebagai perusak lingkungan.

 

"Harus bijak dalam melihat industri ini, karena unsur yang terkandung dalam minyak sawit tersebut, yang bisa dibuat berbagai macam produk," tambah Thamrin Usman.

 

Masyarakat Kalbar harus menyamakan persepsi, mengenai industri kelapa sawit, walaupun industri komoditas tersebut diombang-ambing dunia internasional.

 

"Korea sudah siap berinvestasi di kalbar dengan uang dan projeknya, tetapi mereka meminta  jaminan  ketersediaan bahan baku dan  lahan yang ada," kata Rektor Untan.

 

Untan akan menjadi pusat pengembangan energi terbarukan di Kalimantan oleh kementerian SDM.

 

Asisten 2 Kalbar, Lensus Kandri, yang mewakili Gubernur Kalbar menyampaikan setiap perusahaan harus membuat satuan tugas pencegahan dan pemadaman kebakaran.

 

Bangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar atau petani yang ada.

 

Harus dibangun sinergisitas, antara anggota GAPKI dab instansi terkait untuk penangan kebakaran.

 

"PTPN segera membuat anak perusahaan hilir industri kelapa sawit, sehingga Indonesia tidak hanya mengekspor CPO saja," ucap Kandri.

 

Dengan adanya perusahaan hilir tersebut, diharapka dapat memberikan nilai tambah yang lebih.

 

(sumber: ptpn13.com )

(sumber foto: policenewscenter.com)

 



Kembali