Kamis . 28 Januari 2021

Gapki Kalbar Dukung Kebun Edukasi Komunitas Petani Milenial Sintang

2020-12-11

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalbar mendukung hadirnya kebun edukasi Komunitas Petani Milenial Sintang (KOMPAS) yang dicanangkan pada Jumat (11/12/2020).

“Ini terobosan baru yang patut didukung semua pihak dalam memajukan pertanian di daerah ini. Kita patut bangga akan keberadaan KOMPAS yang peduli akan pertanian di Kabupaten Sintang.,” ujar Ketua Gapki Cabang Kalimantan Barat, Purwati Munawir.

Ia menambahkan bahwa Gapki Kalbar secara umum siap ikut berkontribusi dab berkolaborasi untuk mendukung dan  memfasilitasi dalam mencetak SDM terampil melalui mekanisme kerja magang, terutama siswa SMK Sintang yang memang memerlukan tempat untuk magang.

“Begitu juga anak - anak petani sawit yg ingin menjadi petani profesional. Namun ini baru langkah awal dan ke depan masih banyak yang harus dibenahi karena bagaimanapun untuk mendidik petani muda memerlukan waktu dan sarana yang memadai. Kita berharap melalui kebun edukasi diharapkan ada inovasi untuk merubah cara - cara bertani yang baru, lebih ramah lingkungan dan belajar mengelola usaha tani ke arah digitalisasi .

Pencanangan kebun edukasi tersebut adalah satu di antara rangkaian pertemuan komunikasi dan silahturahmi antara jajaran pengurus Gapki dan asosiasi petani sawit yang telah bermitra ( Apkasindo /Aspekpir ) serta Universitas Kapuas Sintang dan Himpunan Kerunan Tani Indonesia (HKTI) Sintang dalam rangka hari perkebunan ke-63. Pada kesempatan itu juga dihadirkan diskusi dengan tema memperkuat hubungan kemitraan petani dengan perusahaan inti dalam menyikapi tata niaga TBS di lapangan

Terkait KOMPAS tersebut merupakan komunitas yang terdiri pemuda petani sawit yang mencoba merintis pertanian terpadu atau usaha tani terpadu sebagai penyangga usaha sawit berkelanjutan. Kebun edukasi KOMPAS terletak di Desa Kunyai Kecamatan Sungai Tebelian dengan luas 2 hektare.

Ketua Komunitas Petani Milenial Sintang (KOMPAS), Zulkarnaen Jais mengatakan bukan hal mudah untuk mengubah pola pikir anak-anak muda zaman sekarang agar mau menjadi seorang petani. Bagi sebagian besar generasi muda saat ini, menjadi seorang petani bukanlah pilihan pekerjaan yang tepat dan membanggakan.

“Pemuda Sintang sudah saatnya menyatukan kebersamaan untuk membangun dan memajukan sektor pertanian. Pemuda sebagai generasi masa depan harus memikirkan keberlanjutan pertanian,” dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Elisa Gultom mendukung penuh terobosan yang dilakukan KOMPAS dalam membina generasi milenial terhadap perkembangan pertanian di Kabupaten Sintang.

“Dinas Pertanian dan Perkebunan tidak bisa berdiri sendiri meskipun sudah memiliki Penyuluh Pertanian. Tentunya  keberadaan KOMAPAS dapat membantu untuk memperkenalkan serta menjual produk-produk yang dihasilkan,” kata dia.