Minggu . 16 Mei 2021

GAPKI Kalbar dan Fakultas Pertanian Untan Kolaborasi Memajukan SDM Sawit

2021-03-23

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) cabang Kalimantan Barat (Kalbar) menjalin kolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Tanjugnpura (Untan), dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan selalu relevan dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat. Kolaborasi tersebuh ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama, yang digelar pertengahan Maret 2021.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada GAPKI Kalimantan Barat, atas terwujudnya kerjasama ini, semoga bisa membawa manfaat bagi semua pihak,” ungkap Dekan Fakultas Pertanian, Denah Suswati.

Denah mengatakan, kelapa Sawit merupakan salah satu komoditas utama Kalbar yang saat ini diusahakan dan dikelola, baik oleh perusahaan maupun para petani mandiri. Komoditas ini juga berperan sebagai komoditas ekspor utama Indonesia dan sekaligus sebagai titik ungkit pembangunan ekonomi daerah dalam menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Tentunya sangat diharapkan daerah atau desa yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit bisa menuju desa mandiri dan sejahtera,” tuturnya.

Untuk mendukung terwujudnya hal tersebut, menurutnya penting untuk saling bersinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak. Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, sebagai institusi pendidikan dan penelitian yang sangat siap bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kompetensi Sumberdaya manusia di bidang perkebunan, pertanian, dan bidang-bidang lainnya, serta riset-riset inovatif terkini yang tentunya akan meningkatkan produktivitas berbagai komoditas secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia menilai, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci sukses pembangunan. SDM adalah modal utama agar dapat memenangkan kompetisi global yang identik dengan pasar bebas, sehingga menuntut semua pihak menyiapkan SDM berkualitas, mampu bersaing dan berinovasi dalam menjawab kebutuhan zaman.

“Menyikapi hal tersebut, fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Untan) juga berusaha merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar lulusannya dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.  Adanya Kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, diantaranya melakukan magang/praktek kerja di lembaga industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, terwujudnya salah satu program merdeka belajar yaitu Program magang 1-2 semester akan memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa, pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hard skills, mulai dari keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dsb.), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dsb.). Sementara pihak industry / institusi mitra akan mendapatkan talenta yang bila cocok nantinya bisa langsung di-recruit.

“Melalui kegiatan ini, permasalahan di pihak insatansi, perusahaan atau industri mitra akan mengalir ke Fakultas Pertanian Untan sehingga fakultad ini dapat meng-update bahan ajar dan  pembelajaran dosen, serta topik-topik riset di Fakultas Pertanian Untan akan semakin relevan,” pungkasnya.