Minggu . 16 Mei 2021

Harga TBS Sawit di Kalbar Terus Menggembirakan Konsisten Tembus Rp 2.000

2021-04-19

Tren harga kelapa sawit di Kalbar terus menggembirakan konsisten, untuk  Tandan Buah Segar (TBS) tembus Rp 2.000. Tak heran, indeks kesejahteraan petani di Kalbar terus melompat.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Kalbar, Ys Marjitan, mengakui saat ini harga TBS mengalami kenaikan dan konsisten di atas Rp2.000 per kilogram. Bahkan, kata dia, ada sejumlah pabrik mengambil TBS dengan harga tertinggi kendati sebenarnya harga tersebut lebih rendah berdasarkan harga ketetapan pemerintah.

“Saat ini sudah menggunakan harga tertinggi. Misalnya harga TBS yang usia sembilan tahun sebenarnya Rp1900an, tetapi dibeli dengan harga maksimal usia 10-20 tahun Rp2.000 ribu,” ungkapnya.

Berdasarkan penetapan harga Dinas Perkebunan Kalbar, harga TBS sawit untuk periode I April 2021 untuk usia 10 – 20 tahun Rp2.216.20 per kilogram. Harga stabil tinggi karena faktor permintaan CPO tinggi. Untuk harga CPO sendiri saat ini di Kalbar Rp9.772,72 dan Karnel Rp6.803,73 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero mengatakan bahwa tren permintaan minyak kelapa sawit mentah atau CPO dunia terus meningkat dan hal itu mendorong harga Tanda Buah Segar (TBS) sawit di Kalbar terus membaik dan saat ini harga tertinggi di atas Rp2.000 per kilogram.

Ia menjelaskan bahwa komoditas CPO di Kalbar yang juga sebagian diekspor ke Tiongkok diprediksikan baik dari sisi permintaan dan harga tahun ini akan meningkat.

“Nah, ini tentu akan berdampak besar bagi perekonomian daerah dan masyarakat terutama petani swadaya,” jelas dia.

Sementara itu, kesejahteraan petani yang diukur dari Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalbar terus menunjukkan kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mendata, NTP pada Maret 2021 sebesar 120,82 poin naik 2,98 persen dibanding NTP bulan Februari 2021 sebesar 117,31 poin.

“Hal ini disebabkan Indeks Harga yang diterima Petani naik 2,97 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani turun 0,01 persen,” ungkap Kepala BPS Kalbar, Muh Wahyu Yulianto.