Minggu . 17 Oktober 2021

Industri Sawit Warnai Ekonomi Kalbar

2021-09-15

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, M. Munsif menyatakan bahwa selama ini industri sawit telah memberikan warna terhadap ekonomi Kalbar karena terbukti menjadi bagian yang andil besar bagi pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa di Kalbar pada triwulan II 2021 mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 10,81 persen (YOY). Pertumbuhan ekonomi tersebut tidak terlepas peran ekspor sawit yang semakin baik.

"Keunggulan sektor perkebunan dan industri kelapa sawit di Kalbar telah memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi terbesar ke-2 dan mampu menyerap tenaga kerja 787.364 orang," kata dia.

Ia menyebutkan bahwa realisasi volume ekspor minyak kelapa sawit mentah atau CPO dari Kalimantan Barat mencapai 490.083 ton selama Januari - Agustus 2021.

"Nilai ekspor CPO tersebut dari Januari - Agustus sudah sebesar 334,4 juta dolar AS," ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat M. Munsif saat webinar kebal pandemi sawit Kalbar masih diandalkan di Pontianak, Selasa.

Menurutnya, Pelabuhan Kijing di Mempawah sebagai pintu ekspor Kalbar harus terus dimanfaatkan oleh perusahaan perkebunan karena sejauh ini baru sekitar 10 persen ekspor CPO dari pelabuhan berstandar internasional tersebut dari total produksi sawit di Kalbar.

"Meski masih sekitar 10 persen ekspor melalui Pelabuhan Kijing, namun nilai yang didapat Kalbar melalui bea keluar sudah mencapai Rp225 miliar dan pungutan ekspor Rp945 miliar atau total pajak ekspor bagi Kalbar Rp1,2 triliun. Untuk itu kami terus mendorong perusahaan memanfaatkan pelabuhan terbesar di Kalimantan tersebut," katanya.

Berdasarkan catatan 2020 lalu, produksi CPO di Kalbar 4,9 juta ton dari luas tanam 1,9 juta hektare. Di tengah pandemi, COVID -19 menurutnya saat ini menjadi warna dan penyelamat ekonomi daerah dan nasional.

"Harga TBS,CPO dan PKO saat ini terutama di Agustus 2021 mencatat harga tertinggi. Untuk harga rata - rata untuk per kilogram CP Rp10.117,64, PKO Rp6.523,42 dan TBS Rp2.266,63," jelas dia.

Terhadap keunggulan sawit selain penyelamat ekonomi di tengah pandemi dan menyerap luas lapangan pekerja, industri kelapa sawit juga telah menjadi bahan baku yang beragam baik untuk produk pangan, kesehatan, kosmetik maupun biodisel. Kemudian industri sawit juga mendukung program BBM B30 yang ramah lingkungan, menghemat devisa dan mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca

"Hadirnya sawit juga telah membuka akses daerah terisolir dan menumbuhkan pusat ekonomi baru," kata dia.