Selasa . 9 Agustus 2022

Kendalikan Emisi GRK, GAPKI Kalbar Dorong Perusahaan Sertifikasi  ISPO

2022-05-17

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalbar  memberikan perhatian besar terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan kelestarian lingkungan. Salah satunya melalui upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca (ERK) dengan mendorong perusahaan sawit memiliki sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Hal tersebut disampaikan oleh Andi Muhammad Amin, Pengurus GAPKI Kalbar dari perusahaan PT Bumitama, saat kegiatan Sosialisasi Pengendalian Emisi GRK yang digelar di Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Selasa (17/5). Menurutnya, untuk mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan, diperlukan komitmen perusahaan yang dibuktikan dengan adanya sertifikasi ISPO.

“Saat ini anggota GAPKI Kalbar, sudah ada  32 perusahaan yang  mengantongi sertifikasi ISPO,” katanya.

Pihaknya masih perlu menggenjot perusahaan agar segera memiliki sertifikasi ISPO. Berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan, antara lain dengan membuat aplikasi Gista (GAPKI Support Application), Klinik ISPO, serta pelatihan petugas ISPO bagi anggota GAPKI Kalbar. Gista sendiri adalah adalah aplikasi berbasis web untuk mendukung program sertifikasi ISPO-GAPKI yang dapat dijalankan hampir semua web browser.

Pihaknya juga menginventarisasi sertifikasi ISPO untuk anggota GAPKI, melakukan koordinasi kepada para pihak/mitra kerja untuk memberikan masukan terkait dengan prosedur sertifikasi ISPO berdasarkan kondisi di lapangan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Sunanto, Fungsional Perencana Muda Bappeda Kalbar, dalam kesempatan yang sama mengatakan, pembangunan Kalbar tidak dapat dipisahkan antara perencanaan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan termasuk di dalamnya upaya penurunan emisi GRK. Apalagi, PDRB Kalbar masih ditopang oleh tiga sektor utama berbasis sumber daya alam, yaitu sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.

“Kita tahu bahwa sektor perkebunan merupakan sektor unggulan pembentuk PDRB sektor pertanian di Kalbar,” katanya.

Pembangunan perkebunan yang berwawasan lingkungan perlu untuk terus didorong sebagaimana yang diharapkan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Adapun indikator kinerja yang akan terus dorong adalah upaya bersama untuk menuju sertifikasi ISPO maupun RSPO baik untuk perkebunan sawit swasta maupun sawit mandiri,” ucapnya.