Selasa . 9 Agustus 2022

GAPKI Kalbar Siap Sukseskan Program Peremajaan Sawit Rakyat

2022-06-23

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalbar siap berperan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang yang ditujukan bagi pekebun.

“Kami siap mendukung program PSR yang dilakukan pemerintah dalam rangka mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan,” ungkap Kepala Wilayah GAPKI Kalbar Kab. Sintang Juwita dalam kegiatan Sosialisasi PSR Pekebun yang digelar Disbunnak Provinsu Kalbar di Pontianak,  Rabu (22/6).

PSR sendiri merupakan program nasional untuk membantu pekebun rakyat dalam meremajakan tanaman kelapa sawitnya, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produksi, produktivitas, daya saing dan pendapatan serta kesejahteraan petani kelapa sawit di Indonesia.

GAPKI Kalbar, dikatakan Juwita, akan mendukung pelaksanaan program tersebut. Apalagi saat ini telah dikeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 3/tahun 2022 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit. Dengan permentan baru tersebut, memungkinkan keterlibatan perusahaan dalam program PSR.

Dia mengatakan, salah satu ketentuan baru yang terdapat dalam aturan adalah dibukanya jalaur pengusulan baru. Jika aturan sebelumnya pengusulan hanya bisa dilakukan secara berjenjang lewat Dinas Perkebunan, maka saat ini pengusulan bisa dilakukan melalui kemitraan dengan perusahaan.

“Kelembagaan pekebun melakukan kemitraan dengan perusahaan perkebunan dan langsung mengusulkan kepada BPDPKS tanpa lewat dinas lagi,” ucapnya.

Pembukaan jalur baru ini menurutnya akan mempercepat implementasi program ini karena perusahaan bisa terlibat membantu. Hal ini tentu menjadi solusi program PSR yang selama ini dianggap realisasinya belum maksimal.

Juwita mengatakan ada berbagai kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan program ini. Mulai dari pengadaan bibit yang bersertifikat yang masih kurang, legalitas lahan, lahan dalam kawasan, kelemahan pelaporan, hingga kurangnya pendampingan kepada lembaga pekebun. GAPKI menurutnya bisa berperan dalam membantu mengatasi kendala-kendala tersebut.

“Namun saat ini juklak atau juknisnya belum kami dapatkan, sehingga kami masih menunggu sambil kami terus berkonsultasi nanti peranan apa yang bisa kita berikan agar bisa mempercepat program ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disbunnak Kalbar, M
Munsif menjelaskan bahwa realisasi program PSR di Kalbar sudah mencapai 16,8 ribu hektare atau setara dengan nilai sekitar Rp400 miliar.

"Program PSR menyasar kebun sawit yang sudah tua atau rusak umur, kemudian produktivitas yang rendah yakni lebih kecil atau sama 10 ton/hektare/ tahun," kata dia.

Terkait tantangan dalam penyerapan PSR di Kalbar sendiri masih seputar kesulitan dalam memenuhi benih yang tersertifikasi. Produksi benih oleh produsen sawit masih belum bisa memenuhi kebutuhan yang ada.

"Harapannya pula agar dengan kebijakan yang baru terkait penyediaan benih yakni yang membuka peluang bagi perusahaan untuk memasok bisa mempercepat realisasi PSR," jelas dia.