Selasa . 9 Agustus 2022

PKS Anggota GAPKI Kalbar Tetap Komitmen Beli TBS Milik Mitra

2022-07-14

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalbar menyatakan sejauh ini tetap berkomitmen  membeli Tandan Buah Segar (TBS) sawit milik mitranya sesuai penetapan pemerintah.

"PKS anggota GAPKI Kalbar masih tetap membeli TBS sawit dari kebun mitra sesuai penetapan harga pemerintah," Ketua GAPKI Cabang Kalbar, Purwati Munawir.

Purwati menjelaskan bahwa telah ada permintaan harga TBS sawit Rp1.600/kg disampaikan oleh pemerintah secara lisan pada rapat 24 Juni 2022 khususnya kepada perusahaan sawit besar dimana pada saat itu harga CPO dalam negeri yaitu harga tender KPB masih di atas Rp8.000/ kg sehingga beberapa perwakilan prup besar menyampaikan kesanggupannya dan telah dilaksanakan di lapangan.

"Namun saat ini harga lelang KPB yang menjadi acuan dalam penetapan harga TBS sawit terus menurun. Harga lelang CPO tanggal 6 Juni 2022 hanya sekitar Rp6.400/kg. Dengan harga CPO tersebut, tentunya tidak memungkinkan harga TBS ditetapkan sebesar Rp1.600/kg untuk keberlanjutan investasi industri sawit," katanya.

Pada sisi lainnya, Purwati mengatakan juga meskipun sudah dikeluarkan persetujuan ekspor bulan Juni sebesar  3,4 juta ton melalui program transisi maupun flush out, namun ternyata realisasi ekspornya masih rendah hanya sekitar 1,3 juta ton. Hal itu karena permasalahan negosiasi kontrak jual beli, ketersediaan kapal dan proses pengapalan. 

"Kondisi ini mengakibatkan harga CPO dalam negeri masih tertekan yang bisa terlihat dari harga tender KPB yang cenderung makin turun pada 6 Juli 2022 hanya Rp6.400/kg).Hal tersebut menyebabkan makin banyak PKS yang kesulitan menjual CPO-nya atau ditawar dengan harga yang rendah," kata dia.

Purwati mengatakan kondisi yang ada juga menyebabkan tangki timbun di PKS penuh sehingga masing - masing PKS harus mengatur jumlah TBS yang bisa diterima atau diolah. 

"Bahkan ada sebagian perusahaan menggunakan tongkang sebagai tangki timbun yang tentunya menambah beban perusahaan dan PKS terpaksa mengurangi pembelian TBS khususnya dari swadaya," kata dia. 

Sebelumnya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan  meminta PKS membeli TBS minimal Rp1.600/Kg. Hal itu merespons anjloknya harga TBS sawit yang terjadi saat ini.